Penglihatan Warna, Buta Warna, dan Afterimage Negatif

Penglihatan Warna, Buta Warna, dan Afterimage Negatif

Penglihatan warna

Salah satu teori terbaru tentang penglihatan warna yang dikemukakan oleh psikiater Inggris, Thomas Young pada tahun 1802 dan dimodifikasi oleh seorang ahli ilmu faal (physiologist) Hermann Von Helmholtz setengah abad kemudian. Teori tersebut didasarkan atas fakta bahwa tiga warna sudah cukup untuk menghasilkan semua warna pada spectrum. Teori Young – Helmholtz mengemukakan bahwa tiga macam reseptor warna yang berbeda diwakili oleh warna merah, hijau, dan biru.

Setiap reseptor maksimal peka terhadap satu panjang gelombang yang lain, tetapi dapat menyesuaikan diri secara luas sehingga suatu panjang gelombang tertentu akan menstimulasi lebih dari 1 reseptor. Semua warna dihasilkan dari stimulasi gabungan reseptor ini. Warna kuning terjadi bila reseptor merah dan hijau distimulasi bersama-sama. Warna putih dihasilkan dari menstimulasi ketiga reseptor tersebut sekaligus.

Dalam hal perkembangan ilmiah ini, tampaknya penglihatan warna terjadi dalam proses yang paling sedikit mempunyai dua tingkatan, selaput jala terdiri dari tiga pigmen sel kerucut yang memberikan respon berbeda pada cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda, respon ini disandikan (disusun sebagai sandi) dalam impul opponent yang berwarna dua oleh sel yang jauh disepanjang system penglihatan untuk ditransmisi ke pusat penglihatan. Teori modern tentang penglihatan warna mencakup kedua tingkatan diatas.

buta warna mata anak


image by klikdokter

Buta Warna

Banyak penderita buta warna tidak menyadari cacat mereka karena masih mampu memanfaatkan secara maksimal pembeda warna yang ada, menggabungkannya berbagai warna-warna yang dipelajari, dan nama warna dari benda yang dikenal. Karena perbendaharaan kata untuk warna-warna pucat (bersaturasi rendah) tidak jelas, maka orang yang menderita buta warna dapat membuat kesalahan pada warna yang membingungkan ini tanpa disadarinya. Tersedia banyak tes untuk mendeteksi kebutawarnaan. Dalam tes semacam ini subjek diminta untuk membaca sebuah gambar yang tersusun dari titik-titik berwarna dengan latar belakang titik-titik berwarna lain. Warna-warna tersebut dipilih sedemikian rupa untuk membingungkan subjek yang mempunyai cacat warna berbagai macam.

Afterimage Negatif

Jika kita menatap suatu lingkaran merah, kemudian memandang pada suatu permukaan abu-abu polos, maka kita hanya melihat suatu lingkaran hijau pada lingkaran itu. Pengalaman ini disebut Afterimage negatif (negative afterimage). Dikatakan demikian karena hijau merupakan warna komplementer merah dalam lingkaran warna. Namun demikian, tidak semua afterimage adalah warna komplementer. Setelah menatap sebuah lampu yang sangat terang, kita mungkin melihat urutan warna, tetapi yang sangat sering terjadi kita melihat warna komplementer.

Gejala percampuran warna, buta warna, dan afterimage negatif telah memainkan peran yang sangat penting dalam teori penglihatan warna. Demikianlah penjelasan mengenai Penglihatan Warna, Buta Warna, dan Afterimage Negatif semoga dapat dipahami dan silakan tanyakan kepada kami apabila ada yang perlu dikonsultasikan.