Hubungan Antara Ingatan Jangka Pendek dan Ingatan Jangka Panjang

Bagaimana Hubungan Ingatan Jangka Pendek dan Jangkan Panjang?

Ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang memiliki sejumlah perbedaan. Pertama, pada tahapan ‘encoding’ ingatan jangka pendek lebih memilih suatu kode akustik (paling tidak untuk situasi yang memerlukan pengulangan), tetapi ingatan jangka panjang didasarkan pada makna. Kedua, kapasitas penyimpanan ingatan jangka pendek terbatas 7 ± 2 chunk, sedangkan kapasitan ingatan jangka panjang tampaknya tidak terbatas dalam segala hal.

Dan ketiga, pengingatan kembali dari ingatan jangka pendek dianggap kurang lebih bersifat bebas dari kesalahan (jika ada dapat kita temukan), sedangkan pengingatan kembali ingatan jangka panjang tampaknya lebih mudah keliru dan merupakan sebab utama lupa. Dengan demikian terbuktilah bahwa kedua penyimpanan ingatan menunjukkan perbedaan pada ketiga tahapan yaitu tahapan penyusunan kode (encoding), penyimpanan (storage), dan pengingatan kembali (retrieval).

Studi klinis tentang dampak luka otak merupakan sumber bukti kedua bahwa terdapat dua macam ingatan. Orang yang menderita geger otak atau luka parah pada kepala seringkali menunjukkan gejala amnesia retrograde, yang berarti bahwa mereka tidak mempunyai ingatan mengenai berbagai peristiwa yang terjadi sebelum kecelakaan itu, walaupun ingatan akan hal-hal yang lalunya masih tetap berfungsi.

Mengapa luka ini berdampak suatu kerusakan pada ingatan akan kejadian yang baru saja terjadi dan tidak pada ingatan akan hal-hal yang lama?

Jawabnya mungkin bahwa otak yang luka tersebut hanya mengenal ingatan jangka pendek dan bukan ingatan jangka panjang. Oleh karena itu, fakta klinis tentang amnesia retrograde ini mendukung gagasan adanya dua macam ingatan yang berbeda.

Amnesia retrograde ini dipelajari pula pada binatang, seekor binatang pertama-tama belajar suatu kegiatan misalnya, belok kiri dalam suatu kotak maze. Kemudian binatang ini dikenakan shock electro convulsive (dialiri listrik sehingga binatang tersebut menjadi kejang-kejang), yang membuat binatang tersebut tidak sadar sementara seperti geger otak. Setelah itu binatang tersebut dites lagi pada kotak maze untuk dilihat apakah respon yang telah dipelajarinya masih tetap.

Bila waktu antara belajar yang sebenarnya dan shock tersebut singkat, respon yang dipelajari seharusnya masih berada dalam ingatan jangka pendek. Shock ini seharusnya menghapus ingatan itu, dan binatang hanya ingat sedikit pada test akhir. Tetapi bila jangka waktu antara belajar dan shock itu relative lama, respon yang dipelajari seharusnya berada dalam ingatan jangka panjang. Shock tersebut tidak akan mempengaruhinya, dan binatang itu seharusnya memngingat banyak pada tes akhir.

Gejala ingatan lain yang telah diamati secara klinis adalah amnesia anterograde. Gejala ini terjadi, misalnya pada pasien yang telah mengalami operasi untuk menghilangkan serangan epilepsy/ayan. Para pasien yang bagian hyppo campusnya diambil tak dapat mempelajari bahan baru. Mereka tidak mendapatkan kesulitan dalam keterampilan dan informasi yang dipelajari sebelum operasi, sehingga kemampuannya untuk mengingat kembali informasi dari ingatan jangka panjang masih utuh.

Mereka juga dapat mempertahankan beberapa butir verbal bila mereka diminta untuk mengulangnya, jadi ingatan jangka pendeknya tampak dalam kondisi yang baik. yang sulit mereka lakukan adalah menyusun kode informasi baru menjadi ingatan jangka panjang. Misalnya beberapa bulan setelah operasi, salah seorang keluarga pasien pindah rumah beberapa blok dari rumah lama mereka, pada jalan yang sama.

Setahun kemudian, pasien ini tetap tidak dapat mengingat alamat barunya, walaupun dia mengingat alamat yang lama dengan sempurna, juga tidak dapat menemukan jalan ke rumahnya. Dia tidak dapat mengingat dimana benda yang selalu dipakainya disimpan, dan membaca majalah yang sama berkali-kali tanpa mengenali isinya (Milner, 1966). Hal ini juga menunjukkan bahwa ingatan jangka panjang dan ingatan jangka pendek merupakan system yang terpisah.

Info Lainnya:
apakah mungkin memori jangka panjang bisa jadi memori jangka pendek, ingatan jangka pendek dan panjang, alasan memori jangka panjang bisa jadi memori jangka pendek, ingatan jangka panjang, ingatan jangka pendek, memori jangaka panjang pada saat apa pasien tidak dapat mengingat, memori jangka panjang bisa menjadi memori jangka pendek, memori jangka pendek apakah sama dengan amnesia, memori jangka pendek dan panjang, perbedaan respon jangka pendek dan respon jangka panjang, hubungan memory jangka panjang dan pendek, hubungan memori jangla pendrk, amnesia memori jangka pendek, amnesia yg masih bisa mengingat memori jangka panjang, apakah mungkin memori jangka panjang bisa menjadi memori jangka pendek?, berapa jam inhatan jangka panjang dan pendek, bisakah ingatan memory jangka pendek bisa pulih jk amnesia, Hubungan memori dan ingatan, hubungan memori jangka, hubungan memori jangka pendek dengan